Home

Diskusi Psikologi "Pendidikan Inklusi, Sebuah Solusi atau Permasalahan Baru"

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), seperti anak dengan kesulitan belajar, anak lambat belajar, anak dengan ganguan autis, anak dengan gangguan intelektual, anak dengan gangguan fisik dan motorik, anak dengan gangguan emosi dan perilaku, anak berkelainan majemuk dan anak berbakat. Mereka semua memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan.

 

Hak untuk memperoleh pendidikan yang layak bagi ABK dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 32 ayat (1) yang menegaskan “setiap warga  berhak mendapatkan pendidikan”. Saat ini Pemerintah mengharuskan setiap sekolah (sekolah SD)  menerima siswa ABK dengan konsep pendidikan inklusi. Pendidikan inklusi memberikan kesempatan pada siswa ABK untuk belajar bersama siswa-siswa yang lain yang "normal". 

Kebijakan Pemerintah yang mewajibkan semua sekolah SD menerima ABK, mendapatkan perhatian dari civitas akademika Fakultas Psikologi Untag Surabaya. Salah satu bentuk perhatian tersebut diwujudkan dalam kegiatan diskusi pada selasa (15/5). Kegiatan yang mengusung tema "Pendidikan Inklusi sebuah Solusi atau Permasalahan baru", diikuti oleh sekitar 50 mahasiswa dari berbagai angkatan. Kegiatan diskusi berjalan dengan sangat atraktif dipandu oleh Rahma Kusumandari, S.Psi,M.Psi,Psikolog selaku dosen dari departemen Psikologi Pendidikan.

Search

LINK

Emerald Insight

Himpsi

AP2TPI

 

Informasi :
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945
Jl. Semolowaru no. 45 Surabaya 
Telp. 031-5990029
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.