TEORI PSIKOANALITIK CARL JUNG

Sabtu,22 Maret 2024 - 12:55:07 WIB
Dibaca: 807 kali

Biography of Carl Jung

Carl Jung atau yang memiliki nama lengkap Carl Gustav Jung adalah seorang psikolog yang berasal dari Swiss, ia adalah perintis dan mengembangkan konsep psikologi analitik (Analytical Psychology). Pria berkelahiran pada 26 Juli 1875 ini memiliki seorang ayah bernama Paul dan ibu bernama Emilie. Carl Jung ahli di bidang Medis, Ilmu Pengetahuan Alam, Filsafat dan Agama, Arkeolog dan Bahasa, serta Psikoanalisis.

Awal kehidupannya, Jung adalah seorang putra seorang filolog dan pendeta.Walaupun ia banyak berimajinasi yang hidup dan kerap mengamati perilaku orang tua beserta gurunya yang ingin ia selesaikan, Jung merasakan bahwa semasa kecilnya terasa sepi. Hal itu dikarenakan Jung merupakan anak yang memiliki karakter penyendiri, ditambah nasibnya yang cukup tragis karena sang ibu menderita gangguan mental. Meskipun dia normal pada siang hari, Jung ingat bahwa pada malam hari ibunya menjadi aneh dan misterius. Dia mengatakan bahwa suatu malam dia melihat sesosok tubuh yang samar-samar bercahaya dan tidak jelas datang dari kamarnya, dengan kepala terlepas dari leher dan melayang di udara di depan tubuh.Ibu Jung adalah seorang wanita eksentrik dan depresi; dia menghabiskan banyak waktu di kamar tidurnya, di mana katanya roh mengunjunginya di malam hari. Selain itu,  ia merasa prihatin karena ayahnya yang hilang kepercayaan terhadap agamanya, sehingga Jung memutuskan menjadi pendeta, hal itu dikarenakan terdapat beberapa pendeta di kedua sisi keluarganya.

Saat remaja Jung menemukan buku filsafat dan ia mencoba untuk membacanya. Jung yang merasa kecewa dengan peristiwa masa kecilnya terdorong untuk meninggalkan tradisi keluarganya dan mulai mempelajari di bidang kedokteran dan menjadi psikiater. Ia menempuh pendidikan Universitas Basel pada tahun 1895-1900 dan di Zürich. Jung adalah kolaborator dekat Freud dan ia memiliki posisi penting dalam gerakan Psikoanalitik dan dianggap sebagai penerus pendiri Psikoanalisis.Namun, pada tahun 1914 Jung mengundurkan diri disebabkan adanya ketidaksepakatan antara dirinya dengan Freud yang terjadi pada tahun 1912.

Prestasi pertama dari Carl Jung ialah membedakan dua orang menurut tipe sifat yaitu, Ekstrovert (berwawasan keluar) dan Introvert (melihat kedalam). Jung juga membedakan 4 fungsi pikiran yaitu berpikir, merasakan, sensasi dan intuisi. Jung meninggal di Küsnacht, Swiss pada tahun 6 Juni 1961.

 

Teori Psikoanalitik Jung

Jung telah mempunyai teori psikoanalisis dan terapinya sendiri sebelum mengenal Freud. Teorinya disebut sebagai Psikoanalitik yang kemudian ia kembangkan bersama Freud. Disebut Psikoanalitik dikarenakan mendasarkan ketidaksadaran jiwa, Jung menghubungkan manusia dengan teologi dan kausalitas bahwa manusia ditentukan oleh latar belakang individunya.

Adapun struktur kepribadian yang memiliki tingkatan Psyche yaitu, kesadaran (Consciousness), ketidaksadaran pribadi (Personal Unconscious) terdiri atas pengalaman yang pernah diingat tetapi direpresi, direndahkan, dilupakan atau diabaikan (Lindzey, 1993), dan ketidaksadaran kolektif (Collective Unconscious) adalah bagian terpenting dari struktur kepribadian menurut Jung. Isi dari ketidaksadaran kolektif ini adalah apa yang disebut sebagai arketipe, yang merupakan pola bawaan dari psikis, pola dari psikis yang selalu ada sebagai kemungkinan (Jung, 1987).

Energi psikis yang sebenarnya mengalir melalui Psyche dalam berbagai arah, dari ketidaksadaran menuju kesadaran dan kembali lagi, dan dari dalam ke luar realitas dan kembali lagi (Budiraharjo, 1997). Menurut (Jung, 1987) Psyche adalah sistem dinamis yang mengatur dirinya sendiri. Tanpa konflik, keseimbangan psikis dan sistem regulasi, psyche tidak akan ada.

Arketipe merupakan salah satu ide paling populer dari teori Jung. Arketipe adalah bentuk tidak langsung dari komponen struktur insting yang hanya dapat disimpulkan melalui bayangan visual atau bahasa (Nimpoeno, 2003). Arketipe sendiri memberikan sebuah gambaran atau gagasan visi dalam kehidupan akan situasi tertentu sehingga mempengaruhi fungsi  kepribadian manusia yang terbentuk secara baik.Bentuk Arketipe dalam teori Jung mencakup Persona topeng yang dipakai individu sebagai tanggapan terhadap tuntutan tradisi masyarakat dan kebutuhan arketipal sendiri (Lindzey, 1993), Shadow mencerminkan sisi binatang pada kodrat manusia yang diwariskan dari bentuk kehidupan sebelumnya (Lindzey, 1993), Anima dan Animus ialah Anima adalah arketipe elemen feminin pada pria, sedangkan animus adalah arketipe elemen maskulin pada wanita (Jung, 1987), Self suatu arketipe yang menunjukkan perjuangan manusia untuk bersatu(Lindzey, 1993), serta Ekstrovert dan Introvert.

 

Referensi:

Budiraharjo, Paulus. 1997. Mengenal Teori Kepribadian Mutakhir. Kanisius: Yogyakarta

Lindzey, Gardner dan Hall, Calvin S. 1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Kanisius: Yogyakarta

Jung, Carl Gustav. 1987. Menjadi Diri Sendiri. Gramedia: Jakarta https://en.wikipedia.org/wiki/Carl_Jung


Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya